Feed on
Tulisan
Komentar

Politik Tai Kucing

Bicara tentang politik saat ini, rasanya saya ingin muntah :) dikarenakan saya rakyat indonesia yang mencoba memahami arti jaman saat ini, jaman dimana yang baik menjadi buruk dan yang buruk menjadi baik atau netral (INGET!!! PH = 7, bu pur said :) ).

jaman dimana teori Darwin yang berbunyi manusia adalah evolusi dari Monyet/Simpanse, dilupakan dan dianggkat lah teori baru yaitu teori WinDar, berbunyi dimana monyet adalah evolusi dari manusia dan ini jarang sekali terjadi (Ruben Onsu).

Sambung masalah politik, tentang kericuhan partai-partai besar di indonesia. jujur, sebenarnya saya muak membicarakan tentang ini, karena saya rasa anda sebagai rakyat indonesia sudah merasakan kebobrokan para pemimpin-pemimpin kita. tapi mau berbuat apalagi, saya saat ini hanya bisa meluapkan dengan ungkapan kata demi kata dan kalimat demi kalimat yang akan saya tulis di blog ini :) .

partai PKB sekarang terbagi menjadi 2 kubu yaitu kubu Gusdur dan kubu Muhaimin, entah apa dasar dari perselisihan partai mereka berdua, yang saya yakin mereka sudah dianggap pemimpin besar oleh “umatnya” dan lebih parahnya lagi, partai mereka sudah dianggap partai yang berada di bawah aliansi ISLAM. tapi apakah islam seperti ini, pak? tentu jawabannya tidak, sebaiknya bapak-bapak, ibu-ibu harus lebih banyak meluangkan waktu membaca tentang sejarah ISLAM.

menurut saya, jaman sekarang ini adalah jaman perwayangan dimana ada dalang dan ada wayang, jaman dimana kembalinya rule dari suku baduy yaitu yang “kuat” lah yang berkuasa. sang adikuasa saya ibaratkan sebagai dalang dan bangsa-bangsa yang kaya akan “segalanya” seperti “kita” ini saya ibaratkan sebagai wayang, dengan berpegang pada bendera demokrasi, sang dalang mulai mempermainkan wayang. contoh : dalang mencoba melakukan penetrasi pada wayang dengan cara memberitahukan makna demokrasi menurut versi mereka pada si wayang, dikarenakan si wayang pendiam (namanya juga wayang) dia nurut saja pada si dalang. si dalang hanya tertawa terbahak-bahak karena telah tau bahwa si wayang masuk kedalam perangkapnya. sebuah pertanyaan muncul, mengapa si dalang ingin sekali si wayang masuk perangkapnya? jawabannya karena si dalang takut pada si wayang, karena si dalang lebih tau dari pada si wayang bahwa si wayang begitu memiliki potensi besar, bila di biarkan si dalang bisa hancur lebur oleh si wayang. nah.. cobalah berpikir kawan. negara adikuasa menggembor-gemborkan pada kita (INDONESIA/ISLAM) tentang demokrasi, dimana semua berhak memiliki. sebenarnya ini menjadi sebuah kesalahan bagi kita, kita akan terpecah belah, dimana yang A ingin A dan yang B inginkan B. coba kita telaah negara adikuasa, apakah mereka yang memberitahukan pada kita tentang demokrasi melaksanakan demokrasi itu sendiri? jawabannya TIDAK, coba kita hitung partai di negara tersebut, partainya hanya 2. apakah itu demokrasi yang mereka maksud? tapi coba kita telaah negara kita, dari tahun ketahun makin bertambah partai, ini artinya kita sengaja memecah belah kekuatan kita. coba jadikan renungan bagi kita bersama..

selebihnya, saya sudah muak dengan politik tai kucing saat ini.. ini hanyalah pandangan subjektif dari saya, tentang peradaban manusia saat ini.

Dia

Dia rasa, saat ini dia bukanlah pria yang pantas di cintai oleh wanita-wanita manapun, kecuali IBU dan KELUARGANYA. mungkin Dia hanya binatang jalang dari kumpulan yang terbuang (Chairil Anwar).

Dia kira, kehampaan saat ini hanyalah asa dalam dunia yang fana, tapi hipotesisnya kali ini salah besar, kehidupan kita saat ini menentukan kehidupan kita selanjutnya.

…Dia hanya seorang peminta, gelandangan atau pengemis didalam segala keterbatasan otak, hati dan nurani. kesadarannya akan kehidupan membuatnya terpaku menatap langit (Ebiet G Ade), terpaku akan tanggung jawabnya sebagai tulang punggung keluarga di jaman yang membuat kita hidup diatas kematian.

Semoga ke mumetannya, ke pusingannya dan ke galawannya (Titi DJ) menjadi jalan hidup di kehidupan yang lebih baik. Amien..

salam hangat - dia

Welcome Our newhack staff

Please Welcome to sakitjiwa as our newhack|staff. ( Indonesia Newhack technology)

Ok, saya mulai dari topik tentang persoalan UAN di indonesia. tentunya anda tau apa itu UAN kan? (ingat! jangan diakhiri huruf G di belakang atau lebih parah lagi diakhiri huruf G dan dilengkapi huruf K-O-R-U-P-S-I) UAN adalah singkatan dari Ujian Akhir Nasional (Akhir?) karena sekarang topik yang sedang hangat adalah tentang UAN maka saya putuskan untuk membahas atau hanya sekedar opini omong kosong dari saya.

tahun ini ditingkatkannya mata pelajaran yang di UJI di UAN yaitu bila tahun lalu hanya MATEMATIKA, B.INDONESIA dan B. INGGRIS. tapi tahun ini ditambah 3 pelajaran yaitu FISIKA, KIMIA dan BIOLOGI bagi siswa IPA, IPS dan BAHASA saya tidak tahu (maaf.) meningkatnya mata pelajaran yang di uji membuat siswa “kelimpungan setengah mati” karena apa? karena diputuskannya ditambah mata pelajaran ketika 1 tahun terakhir hampir LULUS. (kenapa begitu pak mentri? apa anda terlalu GOBLOK atau PELUPA?) nah kalau saya dihadapkan dengan pak mentri PENDIDIKAN yang BAIK HATI dan SELALU TAAT HUKUM saya sih hanya minta 1 alasan YANG LOGIS mengapa bisa menambah beberapa MATA PELAJARAN DI UAN? dan meningkatkan NILAI MINIMUM DI UAN? apa karena pendidikan indonesia mulai berkiblat ke luar negeri? itu bagus. tapi apakah indonesia sudah ada dasar dari PENDIDIKAN itu sendiri? (diharap baca “Dilahirkan menjadi Genius, Dibesarkan Menjadi Idiot”) ok, bila pak mentri bertanya pada saya MENGAPA ANDA TIDAK SETUJU? :) saya akan balik bertanya APAKAH KELULUSAN TAHUN KEMARIN SISWA INDONESIA LULUS 100%? logikanya 3 mata pelajaran saja dan nilai minimum 5 saja sudah banyak yang tidak lulus. (silahkan berpikir)

saya jadi teringat seorang kawan pernah menulis di blognya (Hallo mas Rusy.) kurang lebih isinya begini (maaf kalau salah) “BAPAK MEMANG ORANG PENDIDIKAN, BAPAK LAHIR DAN DI BESARKAN DILINGKUNGAN PENDIDIKAN, TAPI BUKAN BERARTI BAPAK ORANG TERDIDIK” ditujukan pada MENTRI INDONESIA. kebetulan saya tadi habis melihat sebuah berita duka tentang dimarahinya seorang KEPSEK dan STAFF yang membawa HandPhone ketika sedang UAN oleh PAK MENTRI PENDIDIKAN. wualah.. habis-habisan banget tuh, lebih parahnya didepan publik pula. hmm.. saya jadi berpikir bagaimana PAK MENTRI KALAU DI CACI DI DEPAN PUBLIC OLEH SEMUA SISWA INDONESIA YANG BERPIKIRAN ANEH SEPERTI SAYA, hahaha..

kembali ke topic, apakah bawahan anda (ditujukan pada mentri indonesia) atau atasan anda SEMUA ORANG TERDIDIK, masyarakat indonesia pasti tau jawabannya. baik, saya hubungkan dengan berita selanjutnya, tentang beli CD MUSIK Bonus KONDOM. nah loh? kalau pemikiran saya sih musik untuk semua kalangan tapi apakah kondom untuk semua kalangan? jawabannya ada di mentri pemberdayaan wanita, dan mentri-mentri lain yang bersangkutan. ok, saya akan berikan ilmu atau namanya informasilah (karena kalau ILMU, ada istilah “yang muda belum boleh ngomong”) jadi saya sebut saja informasi bagi setiap mentri, bahwa KONDOM adalah bukan satu-satunya alat yang baik kontrasepsi, karena apa? karena pori-pori pada kulit kondom lebih besar daripada pori-pori di kulit kita. bayangkan saja keringat saja bisa keluar dari kulit kita, apalagi sperma. (ilmu saya dapatkan dari guru biologi di tempat kursus saya, jadi keterangan lebih lanjut hubungi dokter) hhe..

lah kalau ada yang bertanya siapa yang berperan dalam CD MUSIK DAN KONDOM, silahkan tanya orang-orang GOBLOK di ENTERTAIMENT sana.dan kalau ada yang bertanya apakah tahun depan UAN akan menjadi MOSTER YANG LEBIH MENGERIKAN BAGI PELAJAR? tanya manusia-manusia goblok yang ada di “kursi panas” di gedung putih sana. sekian

Tolong jangan suruh saya mempertanggung jawabkan karena saya bukan pesuruh, Hahaha.. :) Saya hanya pelajar biasa, tapi moral saya tidak lebih biadab dari pada orang-orang goblok diatas. so, mulailah berpikir kritis, dunia saat ini, jaman saat ini adalah dunia dan jaman yang pantas di kritisi, tapi kritik lah dengan CINTA bukan dengan DENDAM. (kalimat akhir dikutip dari Om Deddy Mizwar dan di modifikasi oleh saya sendiri. :) ) salam saya untuk dimana saja yang yang tetap bersikap sebagaimana layaknya masyarakat indonesia.

Older Posts »